Kamis, 25 Juli 2013

salam rindu untukmu, Ayah :')

dimatamu masih tersimpan selangsang peristiwa..
benturan dan hempasan terpahat dikeningmu
kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras tapi kau tetap tabah
meski nafasmu sedang tersengal, memikul beban yang makin sara, kau tetap bertahan
***
engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
keriput tulang pipimu gambaran perjuangan 
bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari, kini kurus dan terbungkuk
namun semangat tak pernah pudar, meski langkahmu kadang gemetar, kau tetap setia :')
***
ayah, dalam hening sepi ku rindu
untuk menuai padi milik kita, tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
anakmu sekarang banyak menanggung beban
. . .
ayah, betapa ku agungkan, betapa ku harapkan
ayah, betapa kau berpesan betapa kau doakan
ayah, betapa pengalaman dahulu dan sekarang
ayah, rambutmu telah memuih cermin suka dan sedih

ayah, ceriterakan kembali, riwayat yng indah waktu dahulu
ayah, ku takkan bosan mendengar riwayat waktu kau muda dan perkasa :')
ayah, kau dapat merindukan, kau dapat menenangkan
ayah, waktu terus berlalu hingga ke anak cucumu
***
engkaulah nafasku, yang menjaga didalam hidupku
kau ajarkan aku menjadi yang terbaik
kau tak pernah lelah, sebagai penopang dalam hidupku
kau berikan aku semua yang terindah :')
aku hanya memanggilmu ayah, disaat ku kehilangan arah
aku hanya mengingatmu ayah, jika aku telah jauh darimu

tanpa sedikit jeda pun, selalu terurai doa untukmu Ayah :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar