Rabu, 17 Juli 2013

saat bertemu mu dulu (er-em)

mencoba menyambung cerita masa lalu, merefreshmu berulang ulang , seolah tak pernah kehabisan kosa kata,, serambi tersenyum senyum penuh makna yang hanya hati sendiri yang tau maknanya . .

menggabungkan memory demi memory, mencoba menganalisis lantas menarik simpulan, "indahnya Tuhan mempertemukan kita ya?"

baru terlintas saat ini, maaf seribu maaf mengapa dari dulu tidak pernah menyadari?
bisa jadi saat itu, aku masih terbelenggu akan hadirnya sosok baru mengisi hati, terlalu takut untuk sekedar menyapa ruang. terlalu bimbang menentukan pilihan dan masih banyak lagi, yang paling penting saat itu masih belum siap untuk menerima-

namun sekarang, ternyata sudah sedekat ini, tepatnya hari hari kemarin, meski hanya selama satu minggu tapi seolah itu sudah menjawab semua arti pertemuan dari dua tahun lalu. bagaimana aku memulai dan kamu menanggapi :) hanya dengan kontak mata seakan kami tahu perasaan masing masing, tak mampu mengungkapkan, tapi rasa mampu membahasakannya. .

apakah ini tidak apa apa ? seruku dalam hati

sudah saatnya aku mengikuti apa yang aku mau dan hati berkehendak, permintaan hati yang satu ini meminta untuk jangan menolak apapun alasannya- sebab hati selalu punya cara untuk bahagia..

waktu yang singkat, namun aku sudah terlanjur jatuh dan berani mempercayakan hampir seluruh apa yang diinginkan hati kepadamu, sementara aku masih belum tau titik finisnya-

selamanya akan tetap seperti ini, entah sampai dimana, sampai aku temukan titik finisnya itu. .

-untuk kamu ER.EM-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar