Jumat, 20 April 2018

Pelabuhan Terakhir

Hampir seperempat abad perjalan hidupku ini. Tuhan Yang Maha Baik sudah banyak membuatkan cerita dalam hidupku. Segala tempat telah Dia putarkan di hidupku. Rasanya luar bisa sekali. Dari mulai aku belajar caranya merondang dilantai hingga saat ini aku belajar tegak disemua sudut hidupku. Banyak orang dan cerita yang terfigura selama perjalanan ini. Hingga akhirnya aku disadarkan bahwa titik yang mungkin tidak mampu aku lewati, nyatanya berhasil aku lalui dengan susah payah. 
Akhirnya cerita hidupku berakhir dengan setitik impian yang kutingggalkan dalam doa. Berakhir dengn pertemuan yang tanpa disengaja dan tanpa niat tersembunyi. Dia lapangkan jalanku dengan alur yang mendadak dengan sosok yang ternyata tidak terlalu cepat tapi juga tidak terlalu lama. Tulang rusukku ternyata berjalan seiring dengan langkahku, tulang rusukku ternyata beriringan dengan takdir yang Dia tunjukan dalam impianku. Inikah yang namanya belahan jiwa ? begitu ringan terasa tapi berat bila harus kehilangan. Semoga semua kerikil kerikil yang akan menghadang nanti, selalu Engkau antisipasikan dengan cinta yang Engkau tanamkan di rusuk kami. Amin Allhumma Aminn... 

Jumat, 16 Februari 2018

Reborn with story eye

Kenapa judulnya 'reborn with story'? Karena pada akhirnya aku kembali untuk menyelesaikan cerita yang tak kunjung usai. Lelah menjajal pengalaman menuju bahagia. Terlampau banyak yang ku pendam untuk beberapa dekade ini. Kalau terakhir isiku ini perkara cinta, kasih sayang, seseorang, ayah dan sahabat. Kali ini mungkin aku ingin bercerita hal yang lebih menjerit ketimbang mereka yg kusebutkan.
Sebaiknya ku mulai darimana ya ? Ada ide ? Hmmm, dari yang paling menggerogoti nurani dan logika. Sudah siap ? Kita mulai yah..
Kesombonganku bisa dibilang atau kebanggaanku akhirnya tamat menjadi seorang sarjana. Bergelar dua huruf dinama belakang hanya terasa sementara euforianya. Lebih banyak beban yang dipikul diantara dua huruf tersebut. Keinginan tak sesuai realita, harapan tak seindah doa, impian tak semudah bunga tidur. Idealis sempat menggebu gebu, tapi nyatanya berjalan tak sesuai kehendak. Malangnya seperti merubah takdir, terjerembab pada arus ekonomi. Yang katanya lulusan IPB menjadi ladang di dunia perbankan. Bukan ladang di dunia petani ataupun hutan. Hati dan logika berseteru. Untuk sementara logika mengalahkan rasa, mimpi, harapan, keinginan. Seiring berjalannya waktu, perlahan lahan mulai terkikis akibat logika yang terlalu semena mena pada hati yang sempat mengalah. Sekarang atau tidak sama sekali. Siap menunggu atau kehilangan kesempatan lagi. Seandainya menunggu itu gratis. Tentu hidup tidak begitu pelik. Wahai Tuhan Yang Maha Baik, kemana sebenarnya aku harus berlari.
Berseteru dengan impian bukan keinginanku, tapi lagi lagi logika memojokannya. Sehingga jalan keluar pun ditutup. Masih dengan rasa yg sama aku coba bertahan. Semoga Tuhan Yang Maha Baik membuka jalan pintas yang lebih cepat. Al Baqarah ayat 286 yang berbunyi, "Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuannya". Aku percaya, sangat percaya. Bukan pertamakalinya aku seperti ini. Tapi masalahnya, semakin lama maka semakin tinggi level kemampuannya. Dan sekarang aku sedang mengambang dalam gundah gulana. Rasanya seperti membalikan gunung dalam satu malam. Sulit. Apakah bisa ? Akhirnya Tuhan Yang Maha Baik menunjukan sedikit petunjuknya. Bergembiralah aku, Tuhan memberi tandanya. Tapi sayang itu hanya beberapa saat. Kembali aku dibuat mengambang diluar sana. Entah apa maksudnya, kini aku enggan untuk menuntut. Meski hati berkata ingin. Tapi hati yang lain berkata, "yasudahlah" tidak ada rencana yang lebih baik selain rencana kirimanNya. Antara pasrah, menyerah atau ikhlas. Aku tak tau yang mana. Sebab aku masih berada dalam gulana yang merungsing diri. Al Baqarah 216, "Seperti saat kamu mennginginkan sesuatu padahal buruk bagimu, dan menerima sesuatu padahal itu baik bagimu. Sungguh Dia Yang Maha Tahu untuk hamba hambanya".

Minggu, 14 Juni 2015

Ovarium Cyst Attention

Hai kamu wanita ? Usia produktif ? Tolong dibaca yaa . Gue nulis disini cuma pengen berbagi pengalaman aja. Bahan makanan dewasa ini ternyata ga cukup aman buat dikonsumsi. Harus tetap mengkonsumsi makanan yang sehat. Terutama buat kalian yang hidup diperantuan jangan sampai asal makan yang penting perut kenyang.

Gue wanita usia 21th, diusia kepala dua ini gue divonis terkena kista ovarium atau kista indung telur dengan diameter 20 cm (Buat gue yang biasa ngukur diameter pohon udah kebayang banget gimana gedenya itu kista diameter 20cm). Akhirnya gue pun harus menjalani operasi laparotomi alias pembedahan perut (mirip ibu melahirkan dengan operasi sesar) dengan panjang pembedahan sekitar 15-20cm. Alhasil ternyata kista gue berasal dari indung telur sebelah kanan. Gue udah sujud syukur sesyukur-syukurnya cuma sebelah kanan. Gue ga ngebayangin gimana kalau seandainya kistanya ada di dua indung telur (inalillahi deh pokonya) yang pasti kodrat lu sebagai wanita bakalan ancur dan cukup sampai disitu. Karena kista gue udah cukup besar, dokter takut kalo itu berpotensi ganas, akhirnya gue harus menjalani PA atau Patologi Anatomi untuk priksa keganasan sel atau jaringan dari kista gue itu. Dan alhamdulillah lagi ternyata kistanya ga ganas dan jenis kista gue yaitu kista adonema. 

Walaupun sekarang gue udah di operasi dan kista gue udah diangkat bersama indung telurnya, bukan berarti ga ada kemungkinan akan numbuh lagi kalo gue ga menjaga makanan yang gue konsumsi. Buat kalian yang suka banget makan Mie Instan, Makanan siap saji (Sarden, sosis, nugget, dll) apapun deh pokonya yang siap saji yang cuma tinggal goreng, ataupun diangetin udah bisa dimakan, Junkfood ayam ayam yang ada di KFC, McD, dan sebagainya because ayam ayam mereka ternyata disuntikan hormon yang membuat ayam semakin besar dan hormon tersebut memicu tumbuhnya kista, terus makan yang banyak bahan pengawet kaya tahu berformalin, ikan asin, minuman botol kalengan, apapun itu yang ada bahan pengawetnya, penyedap MSG (vetcin), saos, dan makanan makanan yang menghasilkan gas gas karsinogenik yaitu makanan dari hasil pembakaran atau paparan langsung sinar matahari yang cukup lama. Mulai sekarang kurangi atau bahkan jangan sesering mungkin, dan kalau bisa di stop.

Bukan ga mungkin kalian juga bisa kena kista (Bukannya nakut-nakutin). Efek bahan pengawet itu emang ga langsung, NANTI setelah beberapa tahun kemudian. Yang gue alami sekarang ini, mungkin juga karena konsumsi dari dulu-dulu bisa aja karena dari SD, SMP, atau SMA dan sekarang baru berasa. Terus juga buat kalian yang datang bulannya ga teratur dan nyeri setiap datang bulan segera priksa ke dokter kandungan, karena kista diawali dari haid yang tidak teratur, bisa saja berlebih ataupun berkurang. Waspada juga kalo perut menjadi keras dan membesar, itu udah pasti ada seuatu didalamnya, Rajin makan buah dan sayur terutama daun kemangi, ternyata kemangi bermanfaat untuk menyeimbangkan hormon yang memicu tumbuhnya kista, perbanyak makan buah terutama buah buah yang mengandung antioksidan, dan tentunya olahraga yang rutin.

Semoga bermanfaat 

Ikatan

Ada yang sedang lari terjuntai ke arahku .
Terpogoh-pogoh batinnya yang terpaksa dikeluarkan .
Aku yang tanpa firasat tercengang dibuatnya .
Satu lagi pelajaran tentang bungkusan .
Bukan sampul yang menentukan apa isi didalamnya .
Yang pasti, bahwa selalu ada kemungkinan sisi terburuk .
Bukan berarti tidak ada sisi terbaik .
Yang harus kamu lakukan hanya menghadapi sisi terburuknya dan menjaga sisi terbaiknya .

Sabtu, 13 Juni 2015

Waktu

"Terkadang aku ingin menjadi seperti waktu. Yang kedatangannya selalu ditunggu tunggu, dan kepergiannya selalu disesali. Adakah yang lebih baik dari itu ?" :')

Sabtu, 30 Mei 2015

Ku dan Malamku

Aku menyukai malam dengan terangnya bintang . Karena ku tau, disitulah aku meluapkan waktu yang tertahan sedari fajar.

Senin, 11 Mei 2015

Berjuang dan Perlahan lahan

Malam ini, ada sesuatu yang menarikku untuk duduk  dihadapan layar kosong dan mencoba untuk menceritakannya. Sudah lama sekali rasanya, tidak duduk berbincang dengan layar kosong. Bukan berarti hidupku berhenti untuk diceritakan. Belakangan kemarin entah apa yang menyibukkan ku hingga rasanya sulit untuk menuliskan sepatah atau dua patah kata. Namun saat ini, begitu banyak kalimat yang ingin ku utarakan disini. Tentang Perjuangan, ya segala sesuatu yang harus dan sedang ku perjuangkan.

Aku baru saja dibuat melayang diatas sana, menengok keindahan lain yang belum aku jamah. Indah, indah sekali, Allah perlahan lahan membuat aku takjub dengan karuniaNya, Allah perlahan lahan menyadarkan ku bahwa doa yang sempat ku tuliskan itu menjadi nyata, Allah perlahan lahan memudahkan jalan yang harus aku lewati. Dan lagi lagi aku disadarkan bahwa Allah benar benar tidak meninggalkan ku.

Saat semua terasa begitu mudah dihadapanku, ku tuliskan angan anganku kembali dihadapanNya, dengan harapan bahwa perlahan lahan Allah akan menyatakannya sedikit demi sedikit. Tapi ternyata tidak semanis itu rasanya. Aku dibuatNya untuk lebih berjuang, lebih sabar, dan lebih ikhlas menjalaninya, Ku kira Allah takkan memberikanku sakit yang menurutku cukup jarang dan mengerikan serta tanpa pengalaman. Ku kira aku masih setara dengan mereka yang sama dan belum pantas diberikan sakit sedemikian rupa. Ku kira dan ku kira aku tidak pernah bermimpi untuk penyakit seperti ini.

Ditengah perjuanganku mengejar gelar sarjana, ku pun harus berjuang melewati penyakit ini, ku pun harus berjuang melewati rasa sakit ini, ku pun harus berjuang mengalahkan rasa takut ini, ku pun harus berjuang membuang pikiran negatif ini, ku pun harus berjuang mandiri disini, ku pun harus berjuang mengejar ketertinggalan ini, ku pun harus berjuang membawa badan ini.. ku pun harus berjuang, berjuang dan berjuang...

Entah apa Allah yang sedang Engkau rencanakan ini, yang ku tahu Kau hanya ingin memberikan ku rencana terbaik dihidupku, yang ku tahu Engkau hanya ingin aku dapat melewati ini, dan yang ku tahu bahwa Kau tahu aku mampu melewati ini ..

Tapi yang ku mohon, tetaplah bersamaku, dan tetaplah perlahan lahan menyatakan doa doa malamku dan doa doa malam ibuku..