Saat kamu sudah berhasil menemukan titik itu dengan ku disini, semoga aku masih dengan rasa yang sama, rasa yang sengaja ku bungkus rapih, tanpa perlu menandai tempatnya dimana, tanpa perlu menjelaskan kearah mana kita sekarang. Tapi membiarkanmu menuntun semuanya saat itu.
-semoga tidak akan lama-
Rabu, 04 Desember 2013
Andai
Telepati, yaa kalau saja telepati itu benar benar nyata adanya, diantara pihak ini jarang terjadi 'miss feeling'
Sebenarnya, 'kepedulian' adalah hal yang cukup menjadi hal utamanya keberlangsungan sebuah komitmen .
Kalau saja kamu mau belajar lebih dalam sedikit saja, itu sudah lebih dari cukup .
Cukup untuk membahagiakan sosok yang seharusnya bahagia karenamu .
Karena sesungguhnya, sebagaimanapun adanya kamu, itu adalah kamu .
Rasa di Desember
Sunyi yang menyeruak kini, sebenarnya bisa mudah ditepis dengan beberapa alfabet saja .
Tapi kamu memilih enggan dan mengambil alih kemudinya .
Kamu bukanlah kapal yang mudah terbawa badai bukan ?
Buktinya, sudah sewaspada ini masih tepat sesuai arah bidikan .
Entah berapa joule energi 'kokoh' yang kamu punya .
Sedemikian keadaannya pun, justru semakin menaikan gas nahkodanya .
Rasanya ingin cepat maju menerjang sekaligus, agar semua ini mudah terlewati .
Kamu sangat percaya, setiap benda punya karismatik tersendiri. Setiap detik yang kamu amati, setiap detik pula kamu paham rasanya. Tuhan tidak benar benar memalingkan apa yang sebenarnya terlihat jelas .
Tuhan hanya memutar waktunya lebih lama sepersekian detik untuk kamu belajar lebih dulu sebelum akhirnya dapat menikmati..
Semoga Tuhan sesegera mungkin memutar dimensi rasa ditempatnya, mengembalikan sesuai waktu dan bendanya..
Sebab ada yang hampir mengeluh dan pasrah..
-sebaik baiknya rasa adalah singkron dengan pemiliknya-
Senin, 25 November 2013
Dibalik (sesuatu)
ingat lirik ini ?
"When you try your best, but you dont succeed, When you get what you want but not what you need"
Saat kita mencapai titik terlemah maksimum, sebenarnya saat itu kita telah mencapai titik sabar klimaks.
Apa yang kita inginkan belum tentu apa yang kita butuhkan .
Apa yang kita rencanakan, belum tentu rencana terbaik untuk kita, masih ada yang Maha Pembuat Rencana.
Selagi masih bisa dinikmati tiap prosesnya, tidak ada salahnya mencoba menerima.
Sesungguhnya saat dimana kamu benar benar lemah, disitulah Tuhan menghadirkan orang orang 'sejati' untuk kamu.
Segala yang berbau pahit belum tentu tidak bisa untuk disyukuri
-semangat sahabat-
"When you try your best, but you dont succeed, When you get what you want but not what you need"
Saat kita mencapai titik terlemah maksimum, sebenarnya saat itu kita telah mencapai titik sabar klimaks.
Apa yang kita inginkan belum tentu apa yang kita butuhkan .
Apa yang kita rencanakan, belum tentu rencana terbaik untuk kita, masih ada yang Maha Pembuat Rencana.
Selagi masih bisa dinikmati tiap prosesnya, tidak ada salahnya mencoba menerima.
Sesungguhnya saat dimana kamu benar benar lemah, disitulah Tuhan menghadirkan orang orang 'sejati' untuk kamu.
Segala yang berbau pahit belum tentu tidak bisa untuk disyukuri
-semangat sahabat-
Minggu, 24 November 2013
Legowo
Untuk belajar paham itu bukan sekedar 'sabar', tapi mau dan rela sepenuhnya..
Sengaja bukan kata 'ikhlas' yang dipakai disini. Karena sebenarnya, tidak seberat itu sampai harus menurunkan kata 'ikhlas'.
Hanya masalah dalam mengkomunikasikannya saja. Mungkin kedua belah pihak ini masih merasa canggung dan enggan untuk memulai.
Banyak kata 'gaenak' yang sering masuk ke hati. Apa karena belum terbiasa? Apa karena masih segan? Entahlah, yang jelas untuk saat ini masih sama sama belajar untuk saling tahu.
Bukan lagi saatnya menomor satukan ego, gengsi, atau keuntungan. Tapi ini menyangkut masalah yang jauh lebih dalam, jauh lebih rumit, jauh lebih runyam, ketika kamu mencampurkan ego untuk urusan ini.
Mulai sekarang harus lebih banyak latihan menahan diri dan mengkomunikasikan perlahan, dengan tempo dan rima yang pas, tidak sumbang jika didengar, dan jangan mudah terpancing nada nada tinggi.
Cukup pernah merasakan 'sekali' tidak ingin merasakannya lagi untuk kedua atau kesekian kalinya-
Sengaja bukan kata 'ikhlas' yang dipakai disini. Karena sebenarnya, tidak seberat itu sampai harus menurunkan kata 'ikhlas'.
Hanya masalah dalam mengkomunikasikannya saja. Mungkin kedua belah pihak ini masih merasa canggung dan enggan untuk memulai.
Banyak kata 'gaenak' yang sering masuk ke hati. Apa karena belum terbiasa? Apa karena masih segan? Entahlah, yang jelas untuk saat ini masih sama sama belajar untuk saling tahu.
Bukan lagi saatnya menomor satukan ego, gengsi, atau keuntungan. Tapi ini menyangkut masalah yang jauh lebih dalam, jauh lebih rumit, jauh lebih runyam, ketika kamu mencampurkan ego untuk urusan ini.
Mulai sekarang harus lebih banyak latihan menahan diri dan mengkomunikasikan perlahan, dengan tempo dan rima yang pas, tidak sumbang jika didengar, dan jangan mudah terpancing nada nada tinggi.
Cukup pernah merasakan 'sekali' tidak ingin merasakannya lagi untuk kedua atau kesekian kalinya-
Jumat, 22 November 2013
Penjelasan
Hanya pelan pelan mengurangi kadar dari sebelumnya. Karena memang sejak awal tidak berniat menuangkan bumbu kedalamnya. Maaf kalau sejak awal membuatmu salah mencicipi rasa. Ada kalanya hal yang direspon 'baik' dan 'positif' itu tidak selamanya sesuai dengan apa yang dipikirkan.
"contohnya saat ini"
Toh kalaupun sekarang memang sedang kecewa, saya jamin belum terlalu dalam dan jauh, hanya sebatas sampai disitu. Sebab saya pun paham ada dinding tak terlihat yang selalu memagari polanya. Bukan saya, sekalinya sudah terikat di satu tempat, tidak akan mencoba mencari 'tali' ditempat lain .
-semoga paham-
Senin, 18 November 2013
"We are strong woman Nge" (katanya)
Hai November ? Lama sekali rasanya tidak menyapa disini ..
sibuk apa sih kamu nge ? menulispun baru disempatkan malam ini, ditengah rasa kantukmu, tapi kamu harus tetap nulis disini, satu kata pun rasanya belum disempatkan untuk bulan november ini .
Ada cerita ?
Ya ada, bahkan banyak :)
Satu cerita dulu untuk yang namanya teman, sahabat, bahkan saudara .
Katanya sekarang ini, banyak yang hanya mengatasnamakan 'teman' atau teman diatas kata 'teman' (mengerti maksudnya kan ?)
Tapi tenang saja, kita bukan termasuk salah satu finalisnya bukan? saya harap pun demikian :"
Terngiang sekali "Kita kan cewe setrong Nge" -dengan sisa sisa tenaga mendorong- kalimat itu. Antara haru, bahagia, dan sedikit sedih .
Bangga bisa menyelesaikan tanpa bantuan seseorang, meskipun berbekas sedih disana.
"Sekecil apapun 'bentuk' bantuan yang diberikan seseorang, itu akan sangat berarti disaat kita benar benar berada pada kondisi yang sangat memerlukan bantuan sedangkan kita tau tanpa ada bantuan didalamnya"
"Misalnya sekedar menanyakan 'bagaimana' (titik)"
Perhatian itu simple, sepele, tapi terkadang itulah yang menjadi akar setiap keharmonisan :"
sibuk apa sih kamu nge ? menulispun baru disempatkan malam ini, ditengah rasa kantukmu, tapi kamu harus tetap nulis disini, satu kata pun rasanya belum disempatkan untuk bulan november ini .
Ada cerita ?
Ya ada, bahkan banyak :)
Satu cerita dulu untuk yang namanya teman, sahabat, bahkan saudara .
Katanya sekarang ini, banyak yang hanya mengatasnamakan 'teman' atau teman diatas kata 'teman' (mengerti maksudnya kan ?)
Tapi tenang saja, kita bukan termasuk salah satu finalisnya bukan? saya harap pun demikian :"
Terngiang sekali "Kita kan cewe setrong Nge" -dengan sisa sisa tenaga mendorong- kalimat itu. Antara haru, bahagia, dan sedikit sedih .
Bangga bisa menyelesaikan tanpa bantuan seseorang, meskipun berbekas sedih disana.
"Sekecil apapun 'bentuk' bantuan yang diberikan seseorang, itu akan sangat berarti disaat kita benar benar berada pada kondisi yang sangat memerlukan bantuan sedangkan kita tau tanpa ada bantuan didalamnya"
"Misalnya sekedar menanyakan 'bagaimana' (titik)"
Perhatian itu simple, sepele, tapi terkadang itulah yang menjadi akar setiap keharmonisan :"
Langganan:
Postingan (Atom)