Senin, 25 November 2013

Dibalik (sesuatu)

ingat lirik ini ?
"When you try your best, but you dont succeed, When you get what you want but not what you need"
Saat kita mencapai titik terlemah maksimum, sebenarnya saat itu kita telah mencapai titik sabar klimaks.
Apa yang kita inginkan belum tentu apa yang kita butuhkan .
Apa yang kita rencanakan, belum tentu rencana terbaik untuk kita, masih ada yang Maha Pembuat Rencana.

Selagi masih bisa dinikmati tiap prosesnya, tidak ada salahnya mencoba menerima.
Sesungguhnya saat dimana kamu benar benar lemah, disitulah Tuhan menghadirkan orang orang 'sejati' untuk kamu.

Segala yang berbau pahit belum tentu tidak bisa untuk disyukuri
-semangat sahabat-


Minggu, 24 November 2013

Legowo

Untuk belajar paham itu bukan sekedar 'sabar', tapi mau dan rela sepenuhnya..
Sengaja bukan kata 'ikhlas' yang dipakai disini. Karena sebenarnya, tidak seberat itu sampai harus menurunkan kata 'ikhlas'.
Hanya masalah dalam mengkomunikasikannya saja. Mungkin kedua belah pihak ini masih merasa canggung dan enggan untuk memulai.
Banyak kata 'gaenak' yang sering masuk ke hati. Apa karena belum terbiasa? Apa karena masih segan? Entahlah, yang jelas untuk saat ini masih sama sama belajar untuk saling tahu.
Bukan lagi saatnya menomor satukan ego, gengsi, atau keuntungan. Tapi ini menyangkut masalah yang jauh lebih dalam, jauh lebih rumit, jauh lebih runyam, ketika kamu mencampurkan ego untuk urusan ini.
Mulai sekarang harus lebih banyak latihan menahan diri dan mengkomunikasikan perlahan, dengan tempo dan rima yang pas, tidak sumbang jika didengar, dan jangan mudah terpancing nada nada tinggi.

Cukup pernah merasakan 'sekali' tidak ingin merasakannya lagi untuk kedua atau kesekian kalinya-

Jumat, 22 November 2013

Penjelasan

Hanya pelan pelan mengurangi kadar dari sebelumnya. Karena memang sejak awal tidak berniat menuangkan bumbu kedalamnya. Maaf kalau sejak awal membuatmu salah mencicipi rasa. Ada kalanya hal yang direspon 'baik' dan 'positif' itu tidak selamanya sesuai dengan apa yang dipikirkan.

"contohnya saat ini"

Toh kalaupun sekarang memang sedang kecewa, saya jamin belum terlalu dalam dan jauh, hanya sebatas sampai disitu. Sebab saya pun paham ada dinding tak terlihat yang selalu memagari polanya. Bukan saya, sekalinya sudah terikat di satu tempat, tidak akan mencoba mencari 'tali' ditempat lain .

-semoga paham-

Senin, 18 November 2013

"We are strong woman Nge" (katanya)

Hai November ? Lama sekali rasanya tidak menyapa disini ..
sibuk apa sih kamu nge ? menulispun baru disempatkan malam ini, ditengah rasa kantukmu, tapi kamu harus tetap nulis disini, satu kata pun rasanya belum disempatkan untuk bulan november ini .
Ada cerita ?
Ya ada, bahkan banyak :)

Satu cerita dulu untuk yang namanya teman, sahabat, bahkan saudara .
Katanya sekarang ini, banyak yang hanya mengatasnamakan 'teman' atau teman diatas kata 'teman' (mengerti maksudnya kan ?)
Tapi tenang saja, kita bukan termasuk salah satu finalisnya bukan? saya harap pun demikian :"
Terngiang sekali "Kita kan cewe setrong Nge" -dengan sisa sisa tenaga mendorong- kalimat itu. Antara haru, bahagia, dan sedikit sedih .
Bangga bisa menyelesaikan tanpa bantuan seseorang, meskipun berbekas sedih disana.

"Sekecil apapun 'bentuk' bantuan yang diberikan seseorang, itu akan sangat berarti disaat kita benar benar berada pada kondisi yang sangat memerlukan bantuan sedangkan kita tau tanpa ada bantuan didalamnya"

"Misalnya sekedar menanyakan 'bagaimana' (titik)"

Perhatian itu simple, sepele, tapi terkadang itulah yang menjadi akar setiap keharmonisan :"

Kamis, 31 Oktober 2013

Dua Moment Yang Akan (Terlewati)

Dan lagi lagi terlemahkan saat membayangkan dua peristiwa penting dalam hidup yang akan terjadi saat esok..

Saat berhasil memboyong almamater kebanggan, saat itu saat yang pasti sangat berat, aku jamin .
padahal sebelumnya, membayangkan pasti betapa bahagia dan bangganya beliau pada moment itu sudah kususun rapih dan terencana dalam figura.
sekarang sudah terpecahkan begitu saja, dan belum sanggup menggabungkan lagi pecahan pecahannya.

Dan moment dimana engkau harus melepaskan dan menyerahkan aku pada seseorang yang tentunya kau pilih mampu dan layak menjagaku . Sangat jelas teringat, saat saat dimana engkau begitu amat sangat menjaga, melindungi, memperhatikan gadis bungsunya ini..

masih dengan pertanyaan yang sama ..
Kenapa waktumu begitu singkat untuk hidupku yang belum ada apa apanya ini?
Kenapa harus pergi disaat aku sedang 'akan' tumbuh menjadi kupu kupu ?

Selasa, 29 Oktober 2013

Dua Sisi, Satu Fenomena

Pernah mendengar yang seperti ini ?

(saya yang demikian)
Antara sadar atau tidak, terkadang kamu berada diantaranya . Menurut logika mu, ya kamu sadar . Tapi menurut perasaan, mungkin belum bisa menerimanya .
Pada satu waktu kamu bisa menerima, namun pada saat tertentu kamu kembali berada diantaranya antara sadar dan tidak sadar, antara percaya dan tidak percaya, antara yakin dan tidak yakin saat ini benar benar sudah kehilangan untuk selamanya ..
Apa selama ini masih tertutupi oleh semacam kamuflase kata-kata 'beliau masih ada, di rumah..'
dan lantas kamu kembali menjalani kehidupan kamu seperti biasa seolah tidak sedang terjadi apa apa dan tidak ada yang berubah, sampai ketika ada yang menyadarkanmu..
Kemudian saat itu, kamu tertegun sembari menatap batin berkata "Oh ya, sudah tidak ada lagi.."


(saya disisi yang lain)
Mumpung masih dalam keadaan sadar saat ini, dapat disimpulkan, bahwa 'kamu' (memanggil diri sendiri) hanya berlindung dari sugesti semata untuk tetap menegarkan kamu dan tetap menjalankan hidup mu sebagaimana sebelumnya tanpa pernah terjadi sesuatu. Kamu takut kalau kalau nantinya secara tidak sadar melepas kontrol emosi dengan hal yang tidak diinginkan, karena kamu masih terikat pada norma dan aturan mainnya dari kehidupan yang kamu jalani sekarang. Kamu ingat orang orang tersisa di hidupmu sekarang? terlampau kamu menyayanginya, sehingga kamu harus mencari cara sendiri bagaimanapun caranya agar mereka yang tinggal kamu miliki saat ini tidak lantas ikut meninggalkan kamu, bukan begitu?
Karena sejujurnya ada rasa takut mendalam yang kamu sembunyikan rapat rapat bahwa kamu sangat takut untuk ditinggalkan apalagi seorang diri..
-mungkin sekiranya demikian-

Senin, 28 Oktober 2013

Layak dan Tabu

Membahasakan kamu dalam sekedar kode saja rasanya sulit..
Bukan sulit membahasakannya, tapi sulit menuliskannya .
Kamu seperti hal yang tabu untuk diperbincangkan .
Tapi layak untuk disimpan :)